Senin, 03 Mei 2010

Faktor-Faktor Motivasi Belajar.

1) Faktor internal adalah faktor ynag ada dalam diri manusia itu sendiri yang berupa sikap, kepribadian, pendidikan, pengalaman dan cita-cita.
2) Faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar diri manusia itu sendiri yang terdiri dari :
a) Lingkungan sosial, yang meliputi lingkungan masyarakat, tetangga, teman, orangtua/keluarga dan teman sekolah.
b) Lingkungan non sosial meliputi keadaan gedung sekolah, letak sekolah, jarak tempat tinggal dengan sekolah, alat-alat belajar, kondisi ekonomi orangtua dan lain-lain. (Muhidin Syah,
1995:108-115)

Sumanto (1990:108-115) menggolongkan faktor yang mempengaruhi belajar anak menjadi tiga macam, yaitu:
1) Faktor-faktor stimulasi belajar

Yang dimaksud faktor stimulasi belajar adalah segala hal di luar individu itu untuk mengadakan reaksi atau perbuatan belajar. Stimulasi dalam penelitian ini mencakup materiil serta suasana lingkungan yang ada di sekitar siswa.
2) Faktor metode belajar

Metode yang dipakai guru sangat mempengaruhi belajar siswa. Metode yang menarik dapat menimbulkan rangsangan dari siswa untuk meniru dan mengaplikasikannya dalam cara belajarnya.
3) Faktor-faktor individual

Faktor ini menyangkut hal-hal berikut: kematangan, faktor usia, jenis kelamin, pengalaman, kapasitas mental, kondisi kesehatan fisik dan psikis, rohani serta motivasi.
Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi belajar anak, juga mempengaruhi motivasi melanjutkan pendidikan anak. Sebab hasil belajar anak pada jenjang pendidikan tertentu, akan digunakan untuk memenuhi salah satu syarat melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi.
Dengan demikian faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi melanjutkan pendidikan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
1. Faktor internal anak yaitu faktor-faktor yang berasal dari diri anak itu sendiri yang meliputi aspek fisiologis dan aspek psikologis.
a. Faktor fisiologis anak itu terdiri dari kondisi umum mengenai organ tubuh anak.
b. Faktor psikologis anak terdiri dari kecerdasan intelegensi, bakat, minat dan kebutuhan anak.
2. Faktor eksternal anak.

Faktor eksternal anak tersebut berupa kondisi sosial ekonomi orangtua yang meliputi lingkungan sosial ekonomi orangtua, tingkat pendidikan orangtua, tingkat pendidikan anggota keluarga yang lain, dan kondisi keutuhan keluarga.
Fradsen dalam Suryabrata (1995:235) mengatakan bahwa hal yang mendorong atau memotivasi seseorang terus belajar adalah sebagai berikut:
a. Adanya sifat ingin tahu dan menyelidiki dunia yang lebih luas.

b. Adanya sifat yang kreatif yang ada pada manusia dan keinginan untuk selalu maju.
c. Adanya sifat ingin mendapatkan simpati dari orangtua, guru dan teman-temannya.
d. Adanya sifat ingin memperbaiki kegagalan yang lalu dengan usaha baru baik dengan kooperasi maupun dengan kompetisi .
e. Adanya keinginan `untuk mendapatkan rasa aman bila menguasai ilmu pengetahuan.
f. Adanya ganjaran dan hukuman sebagai akhir daripada belajar.

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa motivasi melanjutkan pendidikan siswa akan tercermin dalam sikap dan tindakan siswa dalam kegiatan belajarnya, oleh karena itu menurut penulis ada 4 (empat) indikator yang dapat dipergunakan sebagai parameter pengukuran tingkat motivasi melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, yaitu :
a. Mempunyai perencanaan yang matang dalam kegiatan belajarnya, dengan parameter pengukuran sebagai berikut :
1) Menetapkan target yang ingin dicapai dalam setiap kegiatan belajarnya
2) Kesadaran dan keteraturan mebuat jadwal belajar
b. Punya keinginan untuk mencapai prestasi belajar yang tinggi dari sebelumnya dan dari prestasi yang dicapai orang lain, dengan parameter pengukuran sebagai berikut :
1) Mengikuti kegiatan bimbingan belajar

2) Harapan siswa terhadap hasil tes yang dilakukan

3) Respon anak terhadap hasil temannya

c. Tangguh dalam menghadapi kesulitan belajar, dengan parameter pengukuran sebagai berikut :
1) Langkah yang dilakukan siswa jika menghadapi kesulitan belajar

2) Respon terhadap kegagalan belajar yang dialaminya

d. Memiliki pandangan relatif jauh kedepan tentang pendidikannya, dengan parameter pengukuran sebagai berikut :
1) Jenjang pendidikan tertinggi yang ingin di tempuh sesuai dengan cita-citnya
2) Berusaha mencari informasi tentang pendidikan di perguruan tinggi.

2 komentar:

Aulia mengatakan...

terimakasih referensinya...........

Anonim mengatakan...

thanks

Poskan Komentar