Rabu, 06 Januari 2010

Rasio Profitabilitas

Profitabilitas merupakan ukuran kinerja perusahaan. Perusahaan dengan profitabilitas yang tinggi akan menyajikan informasi yang lebih banyak. Dengan tingkat profitabilitas yang tinggi maka kinerja perusahaan pada periode tersebut sangat baik. Untuk menunjukkan bahwa kinerja perusahaan sangat baik maka manager akan lebih banyak menyajikan informasi supaya investor dan kreditur tertarik untuk mengalokasikan sumber daya ekonominya ke perusahaan bersangkutan. Penyajian informasi tersebut dapat dilakukan melalui pengungkapan sukarela. Perusahaan yang memiliki rasio profitabilitas yang tinggi memiliki insentif untuk membedakan dirinya dari perusahaan dengan rasio profitabilitas yang rendah guna meningkatkan modal sebaik mungkin (Meek, et al. 1995 dalam Afdha, 2007).

Menurut Singhvi dan Desai (1971) rentabilitas dan profit margin yang tinggi akan mendorong para manager untuk memberikan informasi yang lebih rinci sebab mereka ingin meyakinkan investor terhadap profitabilitas perusahaan dan mendorong kompensasi terhadap managemen. Nugraheni. dkk. (2002) tidak berhasil membuktikan adanya pengaruh profitabilitas (return on assets) terhadap kelengkapan pengungkapan sedangkan Hutami (1999) dalam Marwata (2006) dan Fitriani (2001) dalam Simanjuntak dan Widiastuti (2004) membuktikan bahwa profitabilitas mempengaruhi kelengkapan pengungkapan laporan tahunan. Berdasarkan uraian di atas, maka dapat dikembangkan hipotesis alternatif sebagai berikut:
HA1: Terdapat pengaruh positif antara rasio profitabilitas dengan pengungkapan sukarela dalam laporan tahunan perusahan.

1 komentar:

AAN ANZ mengatakan...

tolong bahas faktor2 yang mempengaruhi profitabilitas juga dong..
makasih sebelumnya

Poskan Komentar